- Tujuan :
- mengetahui detak jantung siswa per menit
- mengetahui faktor yang mempengaruhi kecepatan detak jantung
- Dasar teori : detak jantung adalah gerakan kembang kempis jantung sewaktu memompa darah. dengan menggunakan stetoskop, kita dapat mengetahui denyut jantung pasien atau hanya dengan menempelkan jari tangan pada saliran pembuluh nadi
- Hipotesis : saat tubuh melakukan aktifitas seberti berlari-lari. jantung dapat berdetak semakin cepat karena tubuh yang membutuhkan oksigen yang banyak maka darah harus dipercepat peredaranya untuk keperluan pembakaran (metabolisme) tubuh.
- Cara kerja :
- menempelan jari pada saluran pembuluh nadi pada pergelangan tangan
- menghitung detak jantung selama 1 menit (2)
- mencatat hasil pengamatan (3)
- melakukan aktifitas seperti berlari-lari
- melakukan kembali langkah 2 dan 3
- membandingkan kedua data
- Analisa : dari data yang didapat, bahwa seseorang melakukan suatu aktivitas, maka tubuh memerlukan energi dari pembakaran ( meabolisme) dan salah satu syarat yang dibutuhkan adalah oksigen. agar tubuh dapat memenuhi oksigen yang diperlukan maka kecepatan peredaran darah harus dipercepat, oleh karena itu denyut nadi semakin cepat
- kesimpulan : semakin berat aktivitas tubuh yang dilakukan maka jantung akan berdetak kencang
- Tujuan : dapat mengetahui bentuk tulang yang kuat pada manusia untuk menopang tubuh
- Dasar teori : tulang dapat menjadi kuat karena adanya garam-garam mineral (terutama berupa kasium fosfat dan kalium karbonat) dan serat-serat protein di dalam matriks tulang.
- Hipotesis : tulang berbentuk pipa lebuh kuat menompang berat tubuh karena dengan bentuk silindris mampumenahan beban yang besar
- Alat dan bahan :
- kertas HVS
- Kertas karton
- beban
- solasi bolak balik
- Cara kerja :
- membentuk HVS menjadi bentuk tabung, balok, prisma segitiga dengan ukuran yang sama
- bentuk-bentuk tersebut diletakkan di tempat yang datar dengan posisi berdiri, kemudian pada lapisan atas ditumpangi kertas karton kecil
- memberi beban sedikit demi sedikit
- mencatat bentuk apa yang paling kuat, menengah, lemah dalam menompang berat
- Analisa : dari data yang didapat dari percobaan, dapat diketahui bahwa bentuk tabung lebih kuat dibanding bentuk yang lain dalam menompang beban, oleh karena itu tulang manusia yang kuat untuk menompang tubuh manusia adalah tulang pipa yang berbentuk silindris
- Kesimpulan : tulang yang kuat untuk menompang berat tubuh manusia ialah tulang pipa.
- Tujuan : membuktikan pengangkutan air dan zat terlarut melalui pembuluh kayu (Xilem) pada tumbuhan pacar air
- Dasar teori : Tumbuhan adalah organisme autotrof sehingga membutuhkan beberapa zat untuk kelangsungan hidupnya. pengangkutan dalam tumbuhan dilakukan oleh xilem dan floem. xilem bertugas mengangkut mineral dan air yang diperlukan untuk fotosintesis. sedangkan floem bertugas untuk mengedarkan hasil fotosintesis
- Hipotesis : pengangkutan mineral dan air akan terlihat pada batang karena batang tumbuhan pacar air bersifat transparan ditambah lagi cairan eosin berwarna merah jadi akan lebih mudah untuk di amati, daerah yang berwarna merah itulah bagian yang bernama xilem
- Alat dan bahan :
- silet
- microskop
- preparat dan kaca penutup
- pipet
- gelas kimia
- eosin
- tumbuhan pacar air
- Cara kerja :
- mengambil tumbuhan pacar air, kemudian dimasukkan ke larutan eosin, potong batang (usahakan menyerong agar memperluas permukaan batang) di dalam larutan eosin dengan menggunakan silet.
- meletakkan tumbuhan pacar air yang sudah di masukkan dalam larutan eosin pada tempat yang ada sinar matahari selama 10 menit
- mengangkat tumbuhan pacar air, kemudian memotong melintang dan membujur setipis mungkin, kemudian letakkan di preparat dan tutup dengan kaca penutup, mengamati dan menggambarnya
- Analisa : dari hasil pengamatan microskop dapat diketahui bahwa xilem ditunjukkan dengan warna merah (seperti eosin), karena tumbuhan pacar air yang diletakkan di daerah terkena cahaya matahari maka pacar air tersebut mengalami fotosintesis, agar terjadi fotosintesis tumbuhan membutuhkan salah satunya air(eosin). air (eosin) dibawa oleh xilem, sehingga xilem ikut berwarna sama dengan eosin yaitu merah
- Kesimpulan : pengangkutan mineral dan air dilakukan oleh xilem. ini ditunjukkan dengan perubahan warna xilem menjadi warna merah, dalam arti air digantikan oleh eosin
- Tujuan :
- Menunjukkan gejala plasmolisis pada sel epidermis
- Dapat menjelaskan penyebab plasmolisis pada sel epidermis
- Dapat menggambaran sel yang mengalami plasmolisis
- Dasar teori : Bila sel terdapat pada lingkungan yang konsentrasi tingggi, maka cairan sel akan tertarik keluar, yang menyebabkan terlepasnya membran sel dari dinding sel. peristiwa tersebut disebut plasmolisis
- Hipotesis : plasmolisis adalah peristiwa terlepasnya protoplasma dari dinding sel karena sel berada dalam larutan hipertonik. jika sel tumbuhan di tempatkan dalam larutan yang hipertonik terhadap cairan selnya, maka air akan keluar dari sel tersebut, sehingga plasma akan menyusut. bila hal ini berlangsung terus menerus maka akan terlepas dari dinding sel. maka air yang berada dalam vakuola merembes keluar sel. kemudian protoplasma mengeut terlepasnya protoplasma dari dinding sel disebut plasmolisis
- Alat dan Bahan :
- microskop
- silet
- beker gelas
- larutan NaCl 0,85%
- larutan NaCl 5%
- larutan NaCl 10%
- larutan NaCl 30%
- bawang merah
- pipet
- Cara kerja :
- merendam bawang merah pada larutan NaCl pada konsentarsi yang berbeda
- menyediakan kaca objek yang bersih, mngambil selapis bawang merah yang sebelumnya telah direndam dalam larutan NaCl yang berbeda konsentrasinya, kemudian mengupas epidermis luarnya sehingga sel terbawa, dengan cara mematahkan umbi lapis lalu tarik, setelah itu meletakkan pada kaca objek dan ditetesi air dengn pipet dan tutup dengan kaca penutup
- mengamati dengan mikroskop dengan menggunakan perbesaran lemah, lalu menggambar beberapa sel yang strukturnya jelas
- mengamati sel yang diambil dari rendaman NaCl dengan sel sebelum di rendam NaCl kemudian membandingkanya
- melakukan hal yang sama terhadap bawang merah yang konsentrasinya berbeda
- Analisa Data :
- dari data gambar di atas dapat diketahui bahwa pada larutan NaCl 0,85% tidak terjadi peristiwa plasmolisis, pada larutan NaCl 5% plasmolisis sudah terlihat sedikit terjadi, ini membuktikan dengan semua membran sel terlepas dari dinding sel. dan pada larutan NaCl 30% plasmolisis jelas terjadi
- Kesimpulan :
-
jika sel tumbuhan di tempatkan dalam larutan yang hipertonik terhadap cairan selnya, maka air akan keluar dari sel tersebut, sehingga plasma akan menyusut. bila hal ini berlangsung terus menerus maka akan terlepas dari dinding sel. maka air yang berada dalam vakuola merembes keluar sel. kemudian protoplasma mengeut terlepasnya protoplasma dari dinding sel disebut plasmolisis
- Tujuan : menunjukkan peristiwa osmosis melalui percobaan
- Dasar teori : osmosis merupakan proses perpindahan air melalui membran permeabel selektif dari bagian yang lebih encer ke bagian yang lebih pekat. Membran semipermeabel harus dapat ditembus oleh pelarut, tapi tidak oleh zat terlarut, yang mengakibatkan gradien tekanan sepanjang membran. Osmosis dikenal juga sebagai difusi dengan kategori khusus.konsentrasi terlarut dalam suatu larutan merupakan faktor utama yang menentukan kelangsungan osmosis
- Alat dan Bahan :
- kentang yang telah dikupas kulitnya
- larutan NaCl 0
- larutan NaCl 1%
- larutan NaCl 5%
- larutan NaCl 10%
- larutan NaCl 30%
- 5 buah beker gelas
- silet
- penggaris
- tisu
- stopwatch
- neraca o hause
- cara kerja
- memotong kentang dengan bentuk dan ukuran yang sama sebanyak 5 buah, kemudian masing-masing kentang ditimbang dan di catat
- memasukkan kentang tersebut kedalam beker gelas yang masing-masing telah diberi larutan NaCl dengan konentrasi yang berbeda beda. kemudian tunggu selama 10 menit
- mengankat kentang tersebut yang telah di rendam 10 menit di larutan NaCl, selanjutnya dilap dengan tisu, kemudian menimbang masing masing kentang.
- mencatat dan membandingkan dengan berat awal
- analisa
- semakin besar konsentrasi NaCl maka dalam selang waktu 10 menit kentang mengalami penurunan berat. karena air dalam kandungan kentang berpindah ke larutan NaCl
- Kesimpulan
- Osmosis merupakan Perpindahan air (zat pelarut) dari larutan konsentrasi rendah (hipotonis) ke larutan konsentrasi tinggi (hipertonis) melalui selaput semipermiabel. konsentrasi terlarut dalam suatu larutan merupakan faktor utama yang menentukan kelangsungan peristiwa osmosis